Faktor Toleransi Masyarakat Indonesia Masih Kuat
Bisakah kamu menyebutkan permasalahan permasalahan di Indonesia, khususnya di sekitar kita yang mengatasnamakan Toleransi?. Ada pula yang menganggap satu masalah menjadi perdebatan keras antara itu sikap toleransi atau bukan. Seperti halnya Mengucapkan Selamat Natal bagi muslim. Ini menjadi masalah ketika pihak pro dan kontra berselisih dan saling beranggapan bahwa dia yang benar. Namun masih ada kalangan yang juga bisa di bilang sikap bodo amat, mau mengucapkan salam natal kepada temannya atau tidak, itu tidak menjadi masalah bagi mereka.
Nah hal ini juga pembahasan kali ini, Apa saja Faktor yang membuat Toleransi Masyarakat Masih Kuat khususnya di Indonesia.
Baca Juga : Bagaimana Membentuk Kepribadian Baik
- Sejarah menjadi bagian penting mengapa toleransi masyarakat masih kuat, mulai dari masuknya islam, penyebaran islam oleh para wali songo dan ulama-ulama terdahulu. Kita tahu ormas Islam terbesar yaitu Muhammadiyah dan NU, meski mereka berbeda pendapat, tapi masih saling menghormati, karena berbeda bukan berarti paling benar diantara yang lainnya. Sejarah bagaimana Indonesia ini merdeka yaitu dengan persatuan antar suku, budaya, adat berjuang bersama mengusir penjajah.
- Faktor yang kedua yaitu Pekerjaan. Pekerjaan di masyarakat kita masih menggunakan metode Gotong Royong, khususnya di masyarakat desa/perkampungan. Di Indonesia masih banyak pekerjaan yang di kerjakan bersama yang tidak melihat agama, suku, bahasa dan lainnya. Bekerja sama demi menafkahi keluarga, berbagi informasi dan cerita tentang adat dan agama masing-masing yang menjadikan sikap toleransi itu masih kuat.
- Pendidikan juga merupakan lingkungan dimana toleransi terbentuk kuat. Kita tahu pendidikan di Indonesia ada yang khusus untuk muslim ada yang khusus untuk Kristen dan lainnya, namun tidak sedikit juga ada lembaga / sekolah / perguruan tinggi yang menerima siswa / mahasiswanya dari berbagai kalangan suku ras dan agama. Misalnya Universitas Indonesia, kalau kejauhan contohnya silahkan ambil contoh dari sekolah atau kampus di daerah masing-masing yang menerima siswa / mahasiswa dari berbagai agama. Pertukaran informasi di bangku pendidikan sangatlah pesat dan mampu menumbuhkan rasa pesaudaraan bahkan toleransi mereka lebih kuat, tongkrongan mereka, maennya mereka, belajarnya mereka pasti bersamaan dan pastinya akan ada moment dimana mereka akan bersinggungan antar adat dan antar agama. Misalnya satu kelompok mahasiswa terdiri dari pelajar Islam dan Kristen sedang belajar bersama, ketika memasuki waktu sholat mereka break dulu belajar karna menghargai salah satu temannya yang muslim. Ini adalah hal kecil yang ditunjukkan dari adanya sikap toleransi.
- Pemerintahan menjadi faktor dan kendali penting dalam menjaga toleransi di masyarakat Indonesia. Kekuatan dan wewenang mereka menjadi poin penting dalam menciptakan hukum dan kewajiban hidup bersama. Pemerintahan pun mulai dari pusat hingga paling ujung seperti pemerintahan kabupaten atau desa harus mampu menciptakan program-program yang mengarah terhadap sikap toleransi. Studi kasus yang ada di kabupaten Lumajang- Jawa Timur, ada satu kegiatan menarik yang dilakukan masyarakat dan di dukung pemerintahan yaitu kemah antar umat beragama, dimana perkemahan di ikuti dari berbagai agama, ada yang Islam, katolik, kristen, hindu.
Baca Juga : Tiga Ciri Manusia Paling Bahagia
Toleransi ini menjadi pengingat bagi kita, bahwa hidup bersama tak harus sama, dan berbeda tak harus terpecah. Rumah berdiri karena ada tiang yang berbeda dengan dinding.
Jangan lupa hargai sekitarmu, kurangi sifat jelek kita, mari kita terima pilihan orang lain dengan begitu keberadaan kita juga diterima pula oleh mereka.
Jika ada kesalahan redaksi atau penambahan redaksi silahkan hubungi Maspiss

Belum ada Komentar untuk "Faktor Toleransi Masyarakat Indonesia Masih Kuat"
Posting Komentar
Berkomentarlah yang sopan ^_^