Bagaimana Membentuk Kepribadian Baik


Kepribadian menjadi ciri khas setiap manusia, entah itu kepribadian baik ataupun kepribadian buruk. Era milineal ini kita ingat beberapa kejadian kesenjangan sosial dari hal politik hingga agama. Banyak orang mudah menjudge, menilai orang buruk hanya karena beda pendapat dari pilihan politik, bahkan beda pendapat dalam pandangan agama. Hal ini terjadi sebab kita mulai lupa bagaimana membentuk kepribadian baik, dan mulai sibuk menilai pribadi orang lain. Tentunya menilai orang itu juga penting, namun sudut pandang yang dibangun bisa jadi salah karena terkadang menilai seseorang masih menggunakan perbandingan "aku dan kamu", "kamu dan dia", "aku dan dia", ataupun "kita dan mereka".

Tiga Faktor Pembentuk Kepribadian (Sayyidina 'Ali ra)

  1. Jadilah Manusia paling baik di sisi Allah ;
  2. Jadilah Manusia paling buruk dalam pandangan dirimu ;
  3. Jadilah Manusia biasa di hadapan orang lain.
Membentuk kepribadian baik dapat dilatih dengan bagaimana kita menilai orang yang kita temui. Beberapa tipe orang yang biasa kita temui dalam interaksi sehari-hari, dan anda bisa membiasakan pikiran anda dengan menggunakan cerminan tiga faktor diatas.
Baca Juga Tiga Ciri Manusia Paling Bahagia
  1. Bertemu dengan semua orang
  2. Jika kamu bertemu dengan seseorang, pastikan kamu memandang dia lebih baik daripada kamu dan katakan di dalam hatimu: "Bisa jadi dia lebih baik disisi Allah daripada diriku ini dan dia lebih tinggi derajatnya" (Syekh Abdul Qodir Jailani)

  3. Bertemu dengan orang lebih kecil dan lebih muda
  4. Jika kamu bertemu dengan orang yang lebih kecil atau lebih muda darimu, maka katakanlah dalam hatimu: "Boleh jadi orang kecil ini tidak banyak berbuat dosa kepada Allah, sedangkan aku telah banyak berbuat dosa, maka tidak diragukan lagi derajatnya lebih tinggi dariku"

  5. Bertemu dengan orang yang tua
  6. Jika kamu bertemu dengan orang yang lebih tua darimu, maka katakanlah dalam hatimu: "Orang ini telah lebih dulu beribadah kepada Allah daripada diriku hingga derajatnya lebih tinggi dariku"

  7. Bertemu dengan orang 'Alim
  8. Jika kamu bertemu dengan orang yang lebih 'Alim, maka katakanlah dalam hatimu: "Orang ini telah diberikan sesuatu oleh Allah yang tidak bisa ku raih, telah mendapatkan apa yang tidak bisa ku dapatkan, telah mengetahui apa yang tidak ku ketahui, dan telah mengamalkan ilmunya"

  9. Bertemu dengan orang bodoh
  10. Jika bertemu dengan orang yang lebih bodoh , katakanlah di dalam hatimu: "Orang ini telah durhaka kepada Allah karena kebodohonnya, dan aku durhaka kepada Allah padahal aku mengetahuinya. Aku tidak tahu bagaimana Allah mengakhiri hidupku dan mengakhiri hidup orang bodoh itu, husnul khotimah atau dengan su'ul khotimah"

  11. Bila bertemu dengan orang kafir (disini konteksnya non muslim)
  12. Ketika kamu bertemu dengan orang kafir, maka katakanlah di dalam hatimu: "Orang ini bisa jadi masuk islam dan berakhir dengan amalan sholeh/baik, dan bisa jadi aku terjerumus menjadi kafir dan berakhir dengan amalan durhaka/buruk"
Dalam islam semua manusia itu sama, tidak dibedakan dari harta, sosial, suku, tahta, keturunan, atau latar belakang pendidikannya. Manusia paling tinggi di hadapan Allah adalah manusia yang tinggi pula ketaqwaannya. Mari kita tetap memandang diri kita tidak lebih baik dari orang lain, agar terbiasa untuk bersyukur dan jauh dari sifat sombong, hingga bisa membentengi kita dari informasi HOAX dan adu domba.

Share tulisan ini apabila dirasa bermanfaat :D
*Silahkan tinggalkan komentar apabila ada kesalahan redaksi nama, tokoh, tempat dan referensi


Belum ada Komentar untuk "Bagaimana Membentuk Kepribadian Baik"

Posting Komentar

Berkomentarlah yang sopan ^_^

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel