Renungan "MAAFKANLAH"
Renungan Maafkanlah
"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf serta berpalinglah dari pada orang - orang yang bodoh". (QS. Al A'raaf:199)
Pernahkan kita dilukai oleh seseorang? Tentu apa yang dia lakukan menyisakan luka pada diri kita. Namun yang lebih berbahaya adalah luka di hati pada diri kita yang dapat menimbulkan luka secara emosional.
Kapan Luka emosional ini muncul?
Luka emosional muncul kerap sekali ketika kita diejek, dihina, direndahkan, atau berbagai tindakan yang mengarah kepada merendahkan harga diri. Saat kita sedang luka emosi, kita akan menjadi protektif, karena luka di atas luka yang ada lebih menyakitkan dari pada luka yang baru.
Akibat dari luka emosional ini pada akhirnya akan menjadi sabotase atau pengekang pada diri kita untuk bertindak meraih sukses. Karna efek dari takut gagal dan mendapatkan ejekan kembali dari orang lain. Kita juga pun akan sering takut dengan anggapan-anggapan dan perkataan orang lain padahal itu hanya ilusi yang diciptakan oleh luka emosional.
Baca Juga 4C Kaitan Kemampuan Diri dengan Motivasi Diri
Namun seperti luka fisik, luka emosional juga bisa disembuhkan. Seperti ketika kita tertusuk duri, untuk menyembuhkannya, salah satu langkah yang penting dengan mencabut duri tersebut dari luka kita. Luka tersebut akan sembuh ketika kita sudah mencabutnya. Begitu pula dengan luka emosional, akan sembuh apabila penyebab lukanya sudah kita cabut, salah satu caranya dengan memaafkan orang yang membuat kita luka emosional.
Dengan cara memaafkan, luka emosional kita insha allah akan sembuh sehingga kita tidak akan selalu over protective lagi terhadap diri kita. Kita akan lebih tentram, tenang, sehat, serta mendapatkan kedamaian dalam pikiran. Tentu saja memaafkan yang tulus, yang benar-benar memaafkan tanpa syarat apapun. Memaafkan yang seolah-olah orang yang melukai Anda tidak pernah melukai Anda dimasa lampau, bahkan bisa jadi dia adalah orang yang telah berjasa kepada kita karena memberikan peluang bagi kita untuk mendapatkan pahala dari memaafkan dan hikmah dari peristiwa yang bersangkutan.
Dengan memberikan maaf yang sebenar-benarnya maaf, hati ini menjadi lebih ringan, lapang dan leluasa. Tidak ada ganjalan sesuatu pun di dalam hati kita yang menghambat dan mengekang pikiran dan tindakan kita. Pada akhirnya kita dapat memandang masa depan dengan lebih optimis dan penuh percaya diri untuk meraihnya.

Belum ada Komentar untuk "Renungan "MAAFKANLAH" "
Posting Komentar
Berkomentarlah yang sopan ^_^