8 Hal Yang Menjadi Faktor Percaya Diri


Semua orang tau apa itu yang namanya percaya diri, namun tak semuanya bisa percaya diri. Misalnya seorang mahasiswa yang tidak percaya diri ketika ingin tampil atau action di depan umum.
Kita tahu beberapa orang yang memiliki kepercayaan diri yang kuat, mereka tampak menghadapi rintangan hidup dengan tingkat ketenangan yang tinggi. Hal ini juga berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan sebuah action atau pemecahan sebuah masalah.
Jika kita perhatikan lagi, orang yang percaya diri akan lebih berhasil di tempat kerja, organisasi atau di dunia pendidikan, karena dia yakin dan merasa nyaman ketika menghadapi sebuah rintangan (ujian hidup).


8 Hal yang menjadi faktor percaya diri ini akan meberi kita wawasan lebih untuk kita bisa meningkatkan kepercayaan diri tapi bukan kepedean ya :)

1) Fokus pada kekuatan diri sendiri sambil mengelola kelemahan sendiri
Fokus kepada kemampuan yang kita miliki itu lebih baik daripada sibuk fokus dan hanya kagum kepada kemampuan orang lain (bukan berarti tidak boleh kagum ). Hal ini akan membuat kita selalu mengevaluasi kemampuan kita  setiap harinya. Darimana bahan evaluasi tersebut muncul?, yaitu dari mengelola kelemahan sendiri. Temukan kelemahan diri sendiri dan kelola itu dengan melawannya seperti halnya anda lemah untuk berbica lancar di depan orang lain ketika presentasi, maka carilah solusi untuk mengatasinya, bisa dengan berlatih membaca cepat juga berlatih bicara di depan cermin. Tentu solusi solusi ini bisa anda dapatkan dari beberapa referensi atau anda pecahkan sendiri dan temukan sendiri solusinya. Semakin anda mengelola kelemahan anda, maka semakin tinggi pula tingkat kemampuan anda.

2) Jangan takut untuk mengambil risiko 
Kata resiko menjadi penghalang atau penghambat bagi seseorang yang akan melakukan sesuatu yang baru ia mulai. Pikirkan resiko terlebih dulu daripada hasil keberhasilan, setelah itu ambil dan terima resiko itu, dengan begitu anda bisa mencapai tingkat keberhasilan. Namun kebalikannya, jika anda khawatir akan melangkah karena anda sudah memikirkan resikonya, maka tingkat keberhasilannya pun akan sulit didapat. 

3) Menikmati tantanganmu dan atur tujuanmu melangkah
 Apakah anda menikmati setiap proses dalam hidupmu?. ada beberapa tingkat tantangan, yaitu mudah sedang dan sulit. Jika anda tidak menikmati tantangan tersebut, maka semuda mudahnya tantangan tersebut akan terasa sulit. Berbeda dengan anda yang menikmati tantangan dan menentukan arah tujuanmu yang jelas, maka sesulit apapun tantangan itu akan terasa mudah, karena ia memahami alur dari tantangan tersebut.

4) Selalu memperbaiki peluang gerak untuk diri sendiri
Manusia hidup itu bertahap (kontinyu), sejak ia masih bayi ia berpeluang untuk duduk, maka ia pun belajar duduk. Setelah itu dia berpeluang untuk berdiri, maka ia pun belajar berdiri dan seterusnya. Jangan pernah berfikir bahwa proses hidup anda sudah mentok sebelum anda benar benar tak bergerak. Cari peluang itu dengan mengakses media, aktif di organisasi organisasi legal, aktif dalam berdiskusi, maka dengan begitu anda akan menemukan target hidup setiap harinya.

5) Tidak takut untuk mengakui kapan mereka membuat kesalahan
Selama saya di bangku perkuliahan, saya menilai diri sendiri dan teman kelas saya. Ada teman saya yang tidak mau mempresentasikan tugasnya lantaran ia takut ada kesalahan dan takut di tegur dosen, alhasil saya yang menggantikannya. Nah ini menjadi point penting yang saya angkat dalam meningkatkan kepercayaan diri, dimana anda takut membuat kesalahan, saat itu pula anda kalah sebelum perang. Jangan memikirkan kesalahan apa yang akan anda lakukan ketika beraksi, tapi ambillah kesalahan itu untuk meningkatkan kualitas diri, dengan begini anda akan lebih percaya diri untuk aktion dalam menjawab tantangan atan tuntutan profesi.

6) Jangan gengsi untuk mengakui anda tidak tahu
Percaya diri itu baik namun tidak dengan hal yang kepedean. Jika anda ingin meningkatkan percaya diri, maka tanyakan dan akui apa sesuatu yang anda tidak ketahui. Banyak orang yang minder dan takut beraksi karna ia gengsi untuk bertanya bahwa ia tidak mengerti, misalnya mahasiswa yang tidak berani presentasi hanya karena ia tidak tahu. Seharusnya apa yang anda tidak pahami, tanyakan kepada rekan anda, guru/dosen anda, dengan begitu anda akan berani untuk tampil karna sudah memahami hal yg sebelumnya anda tidak ketahui.

7) Tentukan mentor pribadiAnda bisa memilih mentor pribadi dalam melatih kepercayaan diri, bisa dengan teman anda, guru/dosen yang nyaman komunikasinya dengan anda, bahkan orang tua anda. Jadikan mentor ini sebagai media untuk berlatih. Jika anda lemah dalam berbicara lancar dan selalu gugup, cobalah membahas sebuah topik dengan teman anda. Tentunya semakin bnyak berlatih semakin banyak pula kesiapan anda untuk beraksi.

8) Aktif di keorganisasian sejak dini
Jika anda mahasiswa, maka organisasi menjadi wadah yang sangat penting bagi anda untuk meningkatkan kualitas diri. Ketika saya berada di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) saya banyak berlatih untuk berbicara dan bnyak diskusi dengan teman, bahkan banyak berlatih untuk berkomunikasi dengan kampus lain hingga lembaga lembaga pemerintahan. Disini saya menyimpulkan bahwa organisasi juga menjadi poin penting bagi anda yang ingin nmeningkatkan kepercayaan diri.

Kedelapan faktor di atas hanyalah beberapa ulasan yang saya temui di kehidupan pribadi, selebihnya anda bisa menemukan sendiri atau menyimpulkan sendiri, namun tidak keluar dari hal tersebut perlu anda pahami bahwa semuanya butuh belajar dan pembelajaran. Semakin anda sering belajar maka semakin dekat anda dengan goals anda sendiri. So tentukan Goals nya setelah itu pelajari dan lakukan, jangan takut salah, ambil kemungkinan resiko yang akan terjadi dengan begitu anda akan mencapai keberhasilan satu persatu :)

Jika anda mau menambahkan faktor yang lain, bisa di tuliskan di komentar ya ^_^

8 Komentar untuk "8 Hal Yang Menjadi Faktor Percaya Diri"

  1. Mas, kalo ada orang pedenya kebangetan gimana? Kan lebih mirip ke menyombongkan diri...? :'((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya diatas tidak ku sarankan untuk kepedean.
      Karna memang dekat dengan sombong dan dekat dengan hal meremehkan, hingga lalai hal hal kecil dan sederhana 😊

      Hapus
    2. Kalo begitu bagaimana caranya kita harus pede tanpa menjadikan dirikita sombong?

      Hapus
    3. Seperti tulisan diatas.
      Jangan gengsi untuk mengakui samean salah atau keliru. Dan abaikan cacian orang lain, dengan bgitu samean bisa bebas berkreasi di jalan yg penuh haters 😊😅

      Hapus
    4. Wokeh Saia laksanakan 🤧 makasih maspiss.
      Auuuu hidup didunia penuh duri hihihihi

      Hapus
  2. Mas Kalau Untuk PD bisa Tapi pas tatapan ada seseorang yg di sungkani Atau di sukai materi yg di bawa Tadi Lupa Semua gimana mas avis.?

    BalasHapus
    Balasan
    1. @sinyo Ini bukan permasalah percaya diri, tapi salting hehe.

      Kalau di depan orang yg kita sukai, jgn terlalu buru" untuk berbicara, saya pernah mngalaminya tapi saya atasi dgn mencoba obrolan" kecil santai, sesekali memang gak PD, tpi alhasil jika selalu berkomunikasi, bawaannya akan nyaman terbiasa. Kuncinya adl bgaimana samean tidak takut untuk berkomunikasi dgn nya. Semakin jarang komunikasinya, ya tdk PD atau salting tsbut gk bakalan ilang 😊

      Hapus

Berkomentarlah yang sopan ^_^

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel